Perlengkapan Bayi Newborn yang Gak Terpakai, Jangan Beli!


Siapa di sini yang sedang membuat daftar perlengkapan bayi newborn? Seorang wanita hamil yang sudah memasuki trimester kedua atau bahkan ketiga biasanya mulai disibukkan untuk berbelanja perlengkapan bayi. Apalagi kalau ini adalah kehamilan pertamanya. Sudah pasti, banyak sekali yang harus dibeli karena tidak ada 'lungsuran', kecuali ada saudara atau teman yang mau mendonasikan sih hehehe.

Sama juga kayak saya beberapa bulan yang lalu. Sampai browsing dari satu blog ke blog lain, bahkan nontonin YouTube ibu-ibu yang sharing tentang apa aja barang yang dibelinya. Perlengkapan bayi yang kebanyakan di-share sih konon katanya wajib punya, minimal di tiga bulan pertama. Kelihatannya aja buat tiga bulan pertama, tapi jangan salah, itu udah banyak banget! Kalau kamu belanja perlengkapan bayi murah, dengan harga standar (yang penting SNI), kamu perlu menyiapkan dana minimal Rp1,5 juta. Semakin mentereng brand yang kamu pilih, ya jelas bakal semakin mahal. Kalau belanjanya di Mothercare ya mungkin budget Rp1,5 juta gak bakal cukup :")

Ternyata dari sekian banyak daftar perlengkapan bayi tersebut, ada beberapa barang yang sebenarnya gak penting-penting amat buat dibeli. Jatuhnya malah gak kepakai. Ini buat saya lho ya, bisa jadi preferensi kita berbeda.

Nah, perlengkapan bayi newborn yang sebenarnya gak begitu penting (yang terlanjur saya beli) adalah sebagai berikut.

1. Bedong Instan
Dulu beli barang yang satu ini karena sempat ada kekhawatiran bakal gak pinter ngebedong bayi :" Gak taunya malah gak kepakai. Why? Ternyata cara membedong bayi gak serumit yang dibayangin kok. Cukup butuh praktik dan begitu terbiasa, that's so easy. Tinggal tarik sana sini, selesai deh. Iya sih bedong instan terkesan praktis karena ada rekatan atau ritsletingnya. Tapi malah seringnya punya ukuran yang gak sesuai. Kalau bayi kita gemuk bakal gak bisa dikancing, kalau bayi kita kecil, malah jadi longgar.

Udah paling bener pakai bedong yang biasa aja sebab ukurannya bisa di-custom. Bayi juga bisa hangat dan tetap bisa leluasa bergerak (esensi bedong cuma menghangatkan lho ya, gak ada hubungannya sama bentuk kaki!). Kemarin saya beli bedong yang bahannya dari kaus. Warnanya polos dan harganya cukup murah. Meski begitu, agak nyesel juga sih karena bahan kaus menurut saya pribadi gak terlalu enak buat ngebedong. Lebih enakan yang katun biasa. Bahan kaus berpotensi melar, jadi agak susah dibentuk.

Alhamdulillah, gak beli bedong banyak-banyak, cuma setengah lusin. Bedong instan juga cuma beli dua biji. Percayalah, kain bedong gak bakal dipakai lama. Bayi usia lebih dari sebulan biasanya udah gak nyaman dibedong. Nantinya kain bedong masih bisa dipakai sih, tapi sebagai selimut biasa.

2. Cotton Ball
Bisa dibilang ini adalah must have item yang sering disebutkan dalam blog ataupun YouTube ibu-ibu. Bentuknya ya kayak kapas biasa, cuma berbentuk bola dan udah tinggal pakai buat ngebersihin bayi. Beberapa ibu-ibu menjelaskan bahwa cotton ball ini dipakai untuk membersihkan kotoran yang menempel pada kulit bayi, terutama setelah buang air.

Namun ternyata saudara-saudara, bagi saya pribadi, proses pembersihan dengan cotton ball malah ribet hahaha. Saya gak tahan harus dengar bayi nangis, sementara saya harus ambil kapasnya dulu lah, ambil air anget dulu lah sebelum membersihkan kulit bayi dari pup. Memang cara ini disebut-sebut baik sebab dapat melindungi kulit bayi dari iritasi. Tapi alhamdulillah karena kulit anak saya sehat, jadi selama ini saya memakai tisu basah untuk membersihkan kotoran apapun. Toh sekarang banyak tisu basah yang non alkohol dan tidak mengandung parfum. Untuk alasan pribadi, jadi lebih praktis aja sih. Oya, bukan berarti cotton ball-nya jadi gak kepakai sama sekali ya. Saya masih pakai kok buat bersihin misal kotoran di sudut mata bayi atau buat melap sisa susu di sekitar bibir bayi.

3. Breast Pad
Ini bisa dibilang perlengkapan buat si ibu sih sebenarnya, tapi karena masih berhubungan dalam proses menyusui, jadi bisalah saya sebutkan di sini.

Breast pad adalah sebuah benda dari kain atau semacamnya yang berfungsi menahan rembesan ASI. Biasanya tuh kalau bayi sedang tidak menyusu, sedangkan payudara penuh, air susu bisa menetes-netes dan bikin kotor pakaian. Nah, kalau pakai breast pad di dalam bra, rembesannya ketahan dan gak bakal terlihat di pakaian.

Unfortunately, benda satu ini juga gak kepakai di saya. Padahal saya belinya bukan yang sekali pakai lho, saya beli yang bisa dicuci. Mengapa kok gak penting-penting banget buat dibeli? Sebab gak semua ibu di dunia ini punya ASI yang kek air mancur dan deras sepanjang waktu. Termasuk saya. Kalaupun saya punya payudara yang gampang penuh, saya lebih rekomendasikan untuk membeli barang di bawah ini.

Bentuknya kayak penampung gitu sih atau biasa disebut milk saver. Jadi, ASI yang merembes gak menyerap, tapi tertampung sempurna. Beda kalau pakai breast pad, ASI nya ya bakal kebuang. Eh, walah begitu saya juga belum kepikiran beli penampung ASI semacam itu juga karena ya itu tadi, payudara saya gak pernah 'sebanjir' itu.

Kurang lebih itulah ketiga benda perlengkapan bayi newborn yang menurut saya gak penting-penting banget buat dibeli. Kalau kamu punya kondisi yang sama dengan saya, mungkin bisa mempertimbangkan untuk gak membelinya. Dananya bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lain kan? Tapi sekiranya kalau kondisi kita berlainan, misal kamu butuh banget atau gak setuju, it's okay, beli aja. Buat anak, apa sih yang gak bakal diturutin? Tentu kita semua ingin kasih yang terbaik buat si buah hati. Semoga tulisan saya (yang gak kayak biasanya) ini berguna ya, demi menghindari pemborosan hihi.

Tulisan ini saya tutup dengan foto-foto belanjaan saya. Silakan dikira-kira sendiri butuhnya apa aja. :)


0 Komentar