[Book Review] Make U-Turn: Review Novel U-Turn




Masa lalu yang kelam hanya bisa terang kembali jika kita membuatnya terang. Dengan berani menghadapi segala yang menghadang di depan mata. Dengan berusaha memperbaiki segala yang salah sebisa kita.”

Novel U-Turn Karya Nadia Prayudhi



Penulis: Nadia Prayudhi
Penerbit: Plotpoint
Tahun Terbit: April 2013 (Cetakan Pertama)
Jumlah halaman: 240 hlm
ISBN: 9786029481259





Kisah dibuka dengan e-mail dari Bre yang melakukan pemutusan hubungan sepihak terhadap Karin. Karin tidak menyangka kalau inilah jalan yang diambil Bre. Gadis itu juga tidak mengira, amarah yang ditunjukkannya saat Bre mencoba memproklamirkan kesungguhannya untuk menikahi Karin di depan banyak orang, akan berujung pada sebuah perpisahan.

Bagi Karin, Bre adalah kisah cinta terbaik yang pernah dimilikinya. Keadaan patah hati, entah kenapa, sering membuat kebanyakan orang jadi me-replay semua kisah cintanya. Sebelum bertemu Bre, Karin sempat menjalin hubungan dengan beberapa lelaki yang menyebalkan. Sebut saja, bule Bali yang suka main tangan dan Chuan yang pada akhirnya kembali menjadi gay.
Karena khawatir keadaan psikisnya kembali berantakan pasca-diputusin Bre, Karin pun akhirnya kembali memutuskan untuk berkonsultasi dengan psikiater kepercayaannya, Dokter Marissa. Sebelum ini, Karin memang pernah punya semacam trauma dan ketakutan-ketakutan. Ia pernah kehilangan sepupu terbaiknya, Abi. Saking dekatnya, Karin selalu tidak terima dengan kematian Abi. Abi bukan korban kecelakaan, melainkan dibunuh. Karena anggapannya inilah, perempuan yang masuk kepala tiga ini pernah melakukan kesalahan fatal. Amat fatal sehingga mengharuskannya menenggak pil-pil penenang.


Dibuat Sibuk

Awalnya, mungkin kamu akan berpikir untuk menjuluki novel ini sebagai “novel yang tidak ingin dibaca sampai selesai”. Kamu memang sengaja dibikin fokus sama kehidupan percintaan si Karin, tokoh utamanya, yang bisa dibilang, ehm, ngenes.
Kamu juga akan dibuat sibuk untuk mencari korelasi antara kematian Abi, sepupunya, dengan kisah cinta Karin atau malah gangguan kejiwaan yang dialami gadis itu. Buat apa sih tokoh Abi yang sudah tiada ini diomongin terus?
Akan tetapi, bertahanlah sampai halaman 160-an. Di sana, kesibukanmu akan terbayar. Kamu juga akan menyadari bahwa dunia ini, sometimes, adalah lingkaran setan yang teramat sempit. Dan yang bisa kamu lakukan seringnya hanya mengelus dada.

Permainan Psikologis


Banyak yang bilang kalau novel ini adalah novel thriller. Tapi menurutku, novel ini novel psikologi. Bukan karena mentang-mentang tokoh utama dalam novel ini mengalami gangguan psikologis. Bukan. Novel debut Nadia Prayudhi ini juga dengan kurang ajarnya mempermainkan psikologis kita sebagai pembaca.
Bagaimana caranya? Caranya dengan mempermainkan plot, menyembunyikan kebenaran, dan menjungkirbalikkan karakter. Awalnya, aku benci dengan tokoh Karin yang menurutku jahat dan pengecut. Tapi rupanya aku terjebak dalam perangkap yang diciptakan penulis. Ternyata, ada beberapa tokoh lain yang juga sama-sama jahat dan sama-sama pengecutnya.
Well, sejauh ini novel U-Turn adalah novel paling unpredictable yang kubaca di tahun 2014. Selamat membuktikan pendapatku. :)



**Pernah di-post di asya-azalea.tumblr.com pada August 9th, 2014 1:30pm dan dipindahkan ke blog ini.

0 Komentar